Saturday, June 27, 2020

Selaraskan Akhlak dan Amalan?

"Cocokkan perilaku dengan sholat awak, sholat rajin tapi kaya gitu, suruh orang sholat pandai, orang tak sholat marah, ini itu".

Kata-kata itu KEJAM, kalau ingat lagi, sakit.
Jika kau ingin cari orang yang betul-betul selaras akhlak dan agamanya, kau bisa lihat nabi. Dan aku bukan nabi.

Aku bisa lakukan kesalahan terus menerus dengan sengaja dan tak sengaja. Walau begitu, Alhamdulillah selalu ada rasa salah dan ingin berubah.

A: "Gak boleh menyiratain orang lain"
B: "Halah, sibuk betullah"
Ini semua tak mudah, percayalah. Perlu mental kuat untuk menerima semua respon.

Jaga lisan, kata-kata yang diucapkan ke orang lain,bisa sangat berpengaruh besar padanya.

Kalau anda punya anak,teman, atau siapa pun. Hargai dulu apa yang dilakukannya dan nasehati dengan cara yang tak melukai perasaan jika ia lakukan kesalahan.

Jika kau lakukan kesalahan dalam menasehatinya, minta maaflah,akuilah, semangatilah ia kembali. Itu sangat berarti baginya.

Walau dulu saya pernah post "bukan kamu aja yang punya perasaan, jangan mudah tersinggung". Kini saya tak begitu setuju.
Kita tahu kalau kita tidak bisa control perasaan orang lain. Akan lebih baik kalau diri kita sendiri yang control perilaku dan perkataan yang akan kita suguhkan pada orang lain.

No comments:

Post a Comment

A SHORT STORY : CINTANYA DEENA

Di keramaian pasar malam… "Eh, Hai" "Hai, eh maaf siapa ya?" "Masa ga ingat?" "Mmm" "Aku Hafiz...