Tuesday, February 16, 2021

A SHORT STORY : CINTANYA DEENA

Di keramaian pasar malam…

"Eh, Hai"

"Hai, eh maaf siapa ya?"

"Masa ga ingat?"

"Mmm"

"Aku Hafiz"

Deena, perempuan yang di sapanya adalah Deena. Sebenarnya Deena tahu kalau itu Hafiz, bagaimana dia bisa lupa. 

"Aku Hafiz, teman SMA kamu". 

"Ohhhh, Hafiz, iya-iya". 

"Nah,ingatkan?"

"Iya, ingat2."

"Astagfirullah, salamnya lupa. Assalamualaikum.."

"Eh iya, waalaikumsalam.  Masya Allah udah beda ya"

"Beda gimana maksudnya?"

"Penampilannya udah beda, gaya bicaranya juga."

"Oh iya, haha Alhamdulillah. Deena juga udah beda,lebih tertutup, bicaranya lebih teratur.Masya Allah"

"Emang dulu gimana?''

"Eh gak gimana2, (astagfirullah salah ngomong๐Ÿ˜“)"

"Oh iya2"

"Mmm" 

"Krik-krik,krik"

"Haha, sendirian aja?"

"Gak sama teman, tadi kesini angkat telfon"

"Oh gitu, iya tadi Hafiz ngeliat kaya Deena jadi kesini pastiin, eh iya bener Deena"

"Oh gitu, iya2. Gimana kabarnya? 

"Alhamdulillah baik, Deena?"

"Alhamdulillah, baik"

"dia, maaf masih sama...?"

" Eh, gak Deen, itu masa lalu, dosa lalu"

"Oh iya astagfirullah. Trus, kita berdua gini, gak dosa?"

"Oh iya, astagfirullah.  yaudah Hafiz ke teman-teman Hafiz lagi ya". 

"Oh iya, lanjut. Deena juga"

"Assalamu'alaikum Deen.."

"Waalaikumsalam"



Mereka berlalu pergi, momen kaya gitu langka sih, walaupun masih tinggal satu kota tetap aja kalau peluang berjumpa itu dikit banget. Si Deena anak rumahan banget, jadi ya kalau lagi libur begini paling banyak keluar dalam seminggu cuma sekali.  


By the way, lelaki itu Hafiz namanya, teman SMA nya Deena. Sebenarnya nih, kata Deena dia udah lupain tuh semuanya tentang Hafiz,KATANYA, haha. Tapi sih kayaknya gak tuh, hihi. Ketemu Hafiz, makin lagi deh. Setelah ketemu Hafiz mulai skill lama nadia timbul kembali haha. 

"Yaa,Allah. gak nyangka sih bisa jumpa. Hmm, mulai lagi mikirin yg gak2.."

(Mulai ngomong sendiri lagi haha)

"gini ya, siapa nama kamu? siapa? Hafiz oh iya. Aku tu masih ingat ya gimana-gimananya dulu, detailnya aku masih ingat banget. Yang baik2 sampai yang jahat2nya."

"Kamu tuh jahat, ih pokoknya gitulah. Ishh males ngomongin dia sebenarnya, ishh apasihhh kok jadi emosi astagfirullah"

Lah  si Deena, kenapa ya? Haha


"Tapi dia udah beda, bahasanya sekarang yang

 'Alhamdululillah',

'Masyaallah',

'Astagfirullah',

'Assalamu'alaikum..',

'Wa'alaikumsalam…' eh kok malah dijawab, haha". 

"Tapi dia udah beda, pakaiannya juga baju koko sampe lutut, Masha Allah."

"Kalau dipikir-pikir dia baik juga, mulai taat, mulai gak mau ikhtilat, hmm Deena suk..."

"…eh eh Deen,mulai ni..Astagfirullah''


"Indeed, Allah emang penuh kejutan ya, dan hidayah-Nya bisa nyampe ke siapa aja, selama itu yang Dia hendaki, kita manusia mana bisa cegah atau membelokkan hidayah itu ke orang yang kita mau."


Deena dan Hafiz sudah sama-sama dewasa, diantara mereka memang belum ada yang menikah. Tapi usia mereka sudah pantas untuk menikah. Semakin dewasa, mereka semakin sadar, bahwa didunia bukan untuk hidup enak, tapi untuk mati enak. Tentu saja, di usia mereka mulai aware nih masalah jodoh, yang pasti mereka menginginkan yang satu visi yaitu Ridho-Nya Allah Subhanahu wa ta'ala. Menikah untuk menyempurnakan separuh agama, sesuai anjuran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.


Lekat di pikiran masing-masing mereka : 

Allah SWT berfirman:


ุงَู„ْุฎَุจِูŠْุซٰุชُ ู„ِู„ْุฎَุจِูŠْุซِูŠْู†َ ูˆَุง ู„ْุฎَุจِูŠْุซُูˆْู†َ ู„ِู„ْุฎَุจِูŠْุซٰุชِ ۚ ูˆَุง ู„ุทَّูŠِّุจٰุชُ ู„ِู„ุทَّูŠِّุจِูŠْู†َ ูˆَุง ู„ุทَّูŠِّุจُูˆْู†َ ู„ِู„ุทَّูŠِّุจٰุชِ ۚ ุงُูˆู„ٰุٓฆِูƒَ ู…ُุจَุฑَّุกُูˆْู†َ ู…ِู…َّุง ูŠَู‚ُูˆْู„ُูˆْู†َ ۗ ู„َู‡ُู…ْ ู…َّุบْูِุฑَุฉٌ ูˆَّุฑِุฒْู‚ٌ ูƒَุฑِูŠْู…ٌ


"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)."

(QS. An-Nur 24: Ayat 26)


Jadi, mereka sadar betul, jodoh mereka ya cerminan diri mereka. Keduanya terus berusaha memperbaiki diri, niatnya bukan semata biar dapat jodoh yang baik saja tapi lebih besar dari itu Ridho-Nya Allah Subhana wata'ala. Jalan yang tidak diRidhoi Allah seperti jalan pacaran akan memberikan resiko yang besar bagi masing-masing diri mereka. 

Pacaran, Allah sama sekali tidak suka dengan hal itu. Orang yang pacaran sama saja dengan orang yang tidak mematuhi ayat Al-qur'an. Mereka sekarang sudah sadar dan paham betul itu. 


(nada notifikasi instagram)) "Muhammad Hafiz meminta pertemanan"


Walaupun mereka pernah satu SMA, sampai hari ini mereka belum follow-follow-an. Deena sengaja private instagramnya, pilih-pilih sepertinya hihi. Kalau untuk laki-laki mungkin kalau teman sekolah atau kuliah, temannya keluarga di accept ya. Tapi kalau gak jelas, tidak dihiraukan. 


"Loh! ini Hafiz tadi malam?"

"Masya Allah bagus-bagus  ya galeri instagramnya"

"Hmm accept gak ya…" 

"Diakan teman SMA, yaudah gapapa kali ya"


Tak lama kemudian notif dm

"Assalamu'alaikum nadia.. follback ya, lumayan nambah followers 1" 

"waalaikumsalam, oh iya sip."


Sudah sampai situ saja, percakapan mereka. Deena sih mau ya percakapanya lebih lama, tapi dalam islam antara laki-laki dan perempuan kalau yang gak terlalu penting chat nya ya lebih baik jangan. 


Setelah chat singkat itu, Hafiz bergumam…

" Kok aku jadi kepikiran ya. Deena, hmm astagfirullah kalau dipikir aku memang jahat kali dulu. Ya Allah, maafin dulu jahat banget nyakitin hati anak gadis orang. Tapi, aku juga gak nyangka ternyata Deena hijrah juga, Masya Allah dianya makin...eh astagfirullah mulai ni…"

 

Sekarang, Hafiz menjalani S2 nya. Di usia yang masih terbilang muda, dia masih mengejar s2 nya, sedikit lagi gelar s2 di raihnya. Di Kampus yang sama ternyata ada masa lalu Hafiz, Laila. Gak nyangka juga bisa ketemu

Beberapa minggu kemudian, dikota yang berbeda...

Di perpustakaan kampus...

" Hafiz ya?(tangan Laila menyetuh pundak Hafiz)"

"(Menghindar dengan menepis tangan Laila) astagfirullah maaf mba, saya kaget"

"Eh iya gapapa, maaf ngangetin. Hafiz kan?"

"Iya,"

"Aku laila, ingat gak?"

"Oh iya ingat2."

" Kamu beda sekarang ya, baju udah sampe lutut, udah gak mau disentuh cewe lagi, hijrah ya?"

"Alhamdulillah laila"

"Udah nikah?" 

"Haha, belum ketemu jodohnya"

"Wah iya, Alhamdulillah kalau gitu"

"Maksudnya?"

"Eh gak๐Ÿ˜Œ kamu Fakultas mana?"

"Aku fakultas fisip S2"

" Udah S2 aja ya. Heran, padahal kamu dulu buka buku aja males"

"Haha iya, makin dewasa makin jadi lebih baik"

"Wah iya bener tuh,"

"Iya, kamu disini ngapain? Kuliah disini?"

"Eh gak kok, tadi nemenin kakak kesini. Dia kuliah disini S2 juga. Tapi dianya ada urusan, jadi pulang duluan deh. "

"Lah, emang boleh masuk?"

"Hehe, nego dikit sama penjaga perpus nya"

"Oh gitu ya.Laila, aku duluan ya. Udah dapat ni bukunya,"

"Oh iya,oke Hafiz"

"Assalamu'alaikum.."

"Waalaikumsalam.."


Laila itu masa lalu Hafiz, atau lebih tepatnya MANTAN. Hafiz tidak terlalu dekat dengan keluarga Laila, jadi Hafiz gak tau persis siapa kakaknya Laila. Kemudian, Laila masih sama, dengan celana kulot dan jilbab pashmina nya. Sementara itu Laila...


"Hafiz udah beda, makin aja mantan.."

"Dia hijrah kayanya, pasti kriterianya cewe udah beda."

"Gak bisa balikaaaan:("

 

Saat itu, Laila sedang berjalan, tak sadar ternyata ada pengendara motor melaju cepat merebut tas Laila, untung saja pengendara motor tersebut  tidak berhasil merebut tas Laila. Laila kemudian jatuh. 


"Aw, sakit,!"

"Lecet dikit nih, duh susah jalannya"


Dari kejauhan Deena…

"Astagfirullah, mba, mba gak papa? Eh Laila? Kamu Lailakan? Aku Deena temen SMA kamu."

"Eh Deena ya? Iya aku Laila"

"Ayok sini minggir dulu. Gak apa2kan?"

"gak kok, lecet dikit aja. Makasih ya Deena,"

"Iya santai aja, hihi."

"Btw, kamu hijrah juga ya?"

"Juga? Eh iya Alhamdululillah Laila"

"Iya tadi ku ketemu Hafiz di perpus, dia hijrah juga kayanya". 

"Loh Hafiz kuliah disini ternyata,  aku baru tau, Hafiz temen SMA kan ya? 

"hehe iyah Deen"

"Trus,kamu kuliah disini juga? "

"Bukan, nemenin kakak kok. Aku mutusin kerja, gak kuliah Deen"

"Oh gitu, kalau aku salah satu staff di kampus ini, Fakultas FKIP tepatnya."


Fakultas Fisip dan fkip itu jauh. Sedangkan kampus mereka itu luaaas buuanget. Kalau ke fakultas satu ke fakultas yang lain, enaknya pake motor hihi. Jadi ya pantes Deena dan Hafiz jarang jumpa. 


"Aku mau langsung pulang deh"

"Oh pulang? Iya gapapa deh biar istirahat"

"Emm boleh anterin gak? Aku masih susah ni jalannya, masih agak shock juga"

"Eh iya,  Iya ayuk Laila"


Beberapa menit kemudian….

"Nah, disini deen rumah aku"

"Oh, ternyata kamu pindah ke sini ya? rumah di hometown udah gak ada?"

"Eh ada kok, ini cuma untuk kakak dan aku aja. Kan kakakku kuliah disini dan Alhamdulillah aku punya kerjaan di sini juga, jadi kalau ngekos atau sewa rumah kan sayang uangnya. Jadi orang tua ku, mutusin untuk bangun rumah sederhana ini, biar gampang juga mereka kalau datang ngunjungin kita gituh"

"Oh, gituuu"

"Eh mampir gak?"

"Emm, gak duludeh, aku ada urusan lagi nih"

"Oh, gitu ya? Kapan2 harus mampir loh ya"

"Siiiip. Aku lanjut lagi ya, Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam. Hati2 rok nya"

"Eh iya, makasihh. Bye lailaa"

"Bye Deen"


Diatas motor, Deena…

"Laila, disini. Hafiz, disini. Emm, ehhh…"

"Apa nanti jadinya...ah tau ah"


Sementara itu Laila…

"Deena, deena, deena. Hmm, diakan dulu juga pernah ada something sama Hafiz. Cannot believe lah mereka sama-sama hijrah. Aku rasa sih, si Hafiz kriteria nya begitu, kaya Deena. Emm ehhh…"

"Apa aku juga rubah penampilan nih, biar si Hafiz jadi ehem"

"Ahh, aku mau jadi sering main ke kampus kaka ah"


Laila memutuskan untuk merubah penampilan nya agar tampak lebih syar'i, ia juga sering datang ke majiles ilmu. Niat nya cuma satu, biar Hafiz jadi suka. 


Di perpustakaan yang sama….

"Laila, Assalamu'alaikum…"

"Wa'alaikumsalam, eh Hafiz"

"Suka main ke sini ya?"

"Heheh, iya nih. Bukunya bagus2"

"Ma shaa Allah, Laila. Mutusin hijrah juga?"

"Eh iya, Alhamdulillah"

"Mantep2, semoga istiqomah ya"

"Iya aamiin."

"Eh iya, aku lanjut lagi ya? Buru-buru nih"

"Oh oke Hafiz, hati2 ya"

"Siip, Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam."



Setelah Hafiz pergi…

"Nah kan, jumpa Hafiz kalau sering ke sini"

"Aku mau sering-sering kesini lagi ahh, trus kajian juga dan segala macam"


Sementara itu, sebenarnya Hafiz sedang merencanakan pernikahan dengan perempuan pilihan orang tuanya. Bukan, bukan Deena. 


Di sebuah musholla…

"Deen, Assalamu'alaikum"

"Hafiz, wa'alaikumsalam. Eh ketemu disini."

"Iya, aku cari kamu"

"Kok tau aku ada disini?"

"Aku ketemu Laila kemarin, dia bilang kamu juga ada disini dan sering ke musholla ini"

"Oh, Laila. Iya iya. Trus ada apa?"

"Ehh Ini Deen. Datang ya"


"Hah?" Kata Deena di dalam hati. 

"Secepat ini? Aku tau, aku bukan siapa-siapa,  tapi kenapa rasanya sakit"

"Yaa Allah…"


"Deen?Deen?"

"Eh maaf-maaf"

"Datang ya,"

"Ma shaa Allah, Barakallah fiz. In shaa Allah aku datang"

"Alhamdulillah, iya Deen makasi ya. Oke aku lanjut lagi ya, Assalamu'alaikum…"

"Wa'alaikumsalam…"


Dada Deena sesak, "aku tahu, aku bukan siapa2. Aku tak berhak, tapi kenapa sangat sakit?"

"Hafiz sudah sangat berubah, dan aku tau sudah tidak mudah mencari laki-laki seperti dia, aku pernah berharap dia yang menemaniku hingga tua, Yaa Allah.."


Kita bisa memilih kepada siapa kita ingin menikah dengan siapa, kepada siapa hati kita condong dan suka. Tapi bagaimana pun, berusaha dan berjuang nya kita jika bukan jodohnya, kita tak bisa apa-apa. Ketika kita suka dengan sesuatu belum tentu baik untuk kita dan juga sebaliknya, Allah maha tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. 


Sementara itu Laila yang lebih dulu tahu tentang kabar pernikahan Hafiz. 

"Percuma aku berubah seperti ini, percuma…"

"Aku berubah untuk kamu, tapi kenapa kamu milih orang lain"


Guru yang selama ini mengajar Laila, mendengar gumaman Laila

"Kenapa?"

"Ustadzah, Laila sebenarnya berubah seperti ini untuk seorang lelaki. Pakaian ini, kajian ini, tapi ternyata…"

"Begini Laila, aku melihat bagaimana ternyata kamu salah dalam niat. Berubahlah karena Allah, bukan karena manusia. Allah itu cemburu, dan perubahan yang Laila lakukan selama ini tak ada gunanya sama sekali kalau hanya untuk seorang lelaki. In shaa Allah Laila, jika Laila mau berubah dari sekarang karena Allah bukan karena laki-laki. Allah akan beri Laila lelaki terbaik meskipun tanpa Laila minta"


Laila merenung memikirkan perkataan gurunya. Ia sadar selama ini ia berada diniat yang salah. 

Mulai hari itu, Laila semangat lagi untuk berubah karena Allah ta'ala. 


Kabar berhembus, Hafiz gagal menikah dengan perempuan pilihan orang tua nya. Perempuan tersebut meninggal dalam perjalanan nya dari Mesir ke Indonesia. Mengingat perempuan tersebut mengambil S2 di Mesir. Hafiz sangat sedih, ia tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. 


Setelah beberapa bulan diterpa kesedihan, Hafiz bangkit kembali dan mulai menata kembali study dan percintaan nya. 

"Aku teringat Laila, bagaimana kabarnya ya sekarang"


Hafiz mulai mencari tahu kabar Laila, ternyata Laila sudah menikah dengan lelaki yang di rekomendasikan dari gurunya. Hafiz merasa sedih, karena semenjak Laila memutuskan hijrah, Hafiz sempat ada niat untuk menghalalkannya, walaupun ternyata dia waktu itu telah memilih perempuan pilihan orang tua nya. 


"Emmm, ehhh… Laila sudah menikah, aku… emm"


Setelah beberapa minggu

Di sebuah perpustakaan 

Hafiz bersama adiknya  melihat Deena 

"Deena, itu Deena kan?"

''Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam. Eh Hafiz. Ah emm, itu  pasti istri kamu ya (kata Deena sambil menunjuk perempuan yang memegang berkas Hafiz. Selamat yaa, Maaf banget kemarin aku ga bisa datang"

"Deen, bukan, bukan. Itu sepupu aku."

"Oh, maaf-maaf, kirain itu istri kamu. Aku tak tau kamu punya adik perempuan yang hampir sama umurnya dengan kita"

"Aku tidak jadi menikah Deen. Dia meninggal ketika perjalanan menuju Indonesia."

"Innalilahi wa innailaihi raji'un. Maaf, aku tak maksud buat…"

"Sudahlah, tak apa, itu sudah jalan-Nya. Tak apa deen"

"Eh iya fiz, In shaa Allah kamu dapat ganti yang lebih baik."


Tiba-tiba ada seorang laki-laki mendekati Deena

"Ini ya Deen, buku nya?"

"Nah, iya ini. Bener kok"

"Oke, berarti satu buku lagi ya"

"Iya bener."

"Oke Deen aku coba cari lagi"


Lalu…

"Eh, maaf-maaf Hafiz. Di anggurin"

"Deena udah menikah ya?" 

"Apa? Ehh? Ohh haha bukan, itu sepupuku, dia kuliah disini juga, ada tugas, jadi aku bantuiin cari buku nya"

"Oh, begitu Alhamdulillah."

"Emm? Ehh iya Alhamdulillah"


"Ehh emm gimana ya ngomong nya,"

"Ngomong? ngomong apa? Ngomong aja"

"Maaf deen, Ingat dulu di SMA aku pernah menyampaikan sesuatu padamu tepat ketika dikelas 2, di kelas mu?"

"Hah?" (pipi Deena memerah)

"Kini aku mau menyampaikan nya lagi"

"aaa, eemm ehh, fiz?"

"Sebenarnya semenjak, pertemuan kita di pasar malam lalu, aku mulai lagi memikirkan kamu, emm dan ya, rasa itu muncul lagi daan aku tahu ketika suka dengan seseorang jalanya cuma satu menikah"


Dada Deena berdegup lebih kencang. 


"Jadi Deen, aku berniat untuk ta'aruf kepada mu. Aku harap aku bisa kenal kamu lebih jauh, melebihi yang aku tau sekarang. Dan aku harap semuanya lancar, aku harap jodoh aku kamu"

"Ta ta'aruf?, Emm ehh iya iya aku mau"

"Alhamdulillah, nanti dikabari lagi ya Deen lewat perantara nya, aku sudah memilih siapa"

"Emm iya Hafiz"

"Emm, oke gitu aja. Aku lanjut ya, Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam"

Deena, tak tahu bagaimana ia melukiskan kebahagiaan nya. Deena bersyukur kepada Allah, karena telah memberikan sesuatu yang manis setelah kepahitan yang dirasakannya. 

Setelah melewati proses ta'aruf selama 1 bulan. Hafiz mantap memilih Deena, mereka akhirnya menikah setelah itu dengan tujuan kedepan yang mengharap Ridho Allah Subhana wa ta'ala. Saling mencintai karena Allah, menerima apa adanya.


"Alhamdulillah, kita sudah sah"

"emm, iya Alhamdulillah."

"Aku masih gak nyangka Deen, ternyata…"

"Iya fiz, aku juga gak nyangka bagaimana Allah mengatur semuanya hingga jadi seperti ini"

"Mulai hari Deen, aku pakaian mu dan kamu pakaian ku. Kita saling melengkapi dan melindungi."

"Iya, In shaa Allah, aku akan selalu bersamamu menikmati segala kekurangan dan kelebihanmu"

"Iya, Deen"


Deena dan Hafiz akhirnya hidup sama-samakan? Gak ada yang gak mungkin. Gini, kalau kita berusaha berubah jadi baik karena Allah, mengakui kesalahan dan tak ingin mengulangi nya lagi. Mengenai jodoh, itu adalah takdir yang di ikhtiarkan, jika kamu baik In shaa Allah dapat yang baik juga, kaya Deena sama Hafiz. Maukan kaya mereka? Yok ayok, perbaiki diri lagi karena Allah. Bukankah masuk surga harus punya partner yang baik?


---------------------------------







Wednesday, February 10, 2021

I WANT A MAN

Kala itu, di sore hari, Ninda dan Deena duduk di teras kos sambil nyeruput secangkir teh. Hening…sampai Ninda nyeletuk

"Deen, gue pengen a man deen".

"Ha apa Nin?"

"or a boy, a guy atau apalah bahasanya itu. Gue pengen Deen. Lo liat ni dm gue kosong, wa gue kosong Deen, apalagi yang sms, operator semua Deen."

"tapi nin.."

"Ssstt…gue tau, gue tau lo mau bilang apa. Gue tau Deen, yang begituan Allah ga suka, tapi sometimes, gue ngerasa sepiiiii banget, gue liat teman lain bareng cowonya, gue pengen ada yang lindungin gue din."

"Guekan ada?"

"Beda, bukan lo, cowo deen. Lo kan cewe aelah"

"hmm, gue sebenarnya kadang mikir gitu juga Nin, gue pengen banget rasanya punya cowo, apalagi ada beberapa temen gue yang bilang suka sama gue atau ya kaya gitulah.

"Sok banget lu Deen, lu kira gue gak ada?"

"Eh denger dulu,"

"Iye iye"

"Kalau gue mau ya nin, kalau gue nekat, gue bisa aja pacaran, kadang kaya udah menggebu-gebu gitu deen. Tapi gue mikir, gimana ya nin, duh to the point aja deh, yang pasti Allah udah larang dan ga suka, larang berarti haram, haram berarti dosa. ni ya, lo udah tau sih, chat dengan cowo aja yang bukan mahram lo kalau udah menjurus hal-hal yang kaya emot merah-merah, atau sayang2an, atau gombal2 itu udah ga boleh, apalagi jalan, boncengan, berduaan, pegangan tangan."

"Iya sih."

"emang gimana ya, kalau lo pacaran, ya belum tentu terjadi zina besar itu. Tapi zina-zina kecil kaya tatapan, pegangan tangan, pegang pipi, pegang dahi, boncengan, apalagi kalau lo berduaan, apa lo bisa jamin tu laki cuma megang pipi tangan, dahi, atau punggung lo doang?"

"ya enggak sih."

"Oke, ga semua cowo sama, ada yang tau aturan dan yg gak. Maksud gue lo pacaran misalnya dengan orang yang baru lo kenal, lo gak tau gimana dia gitu, ya bisa aja dia ngapa2in lu kan? atau lo pacaran dengan orang yang udah lama lo kenal, lo bisa mikir "gue udah tau gimana ni orang ga mungkin macam2lah" emang lu tau semua seluk beluk dia? lo kan bukan mak nya, bisa aja dia punya bad side di diri dia dan ketauhan setelah lo pacaran dengan dia misalnya."

"tapi yang pacaran bertahun-tahun gimane? Sampe nikah lagi, dia gak ada ngapa2in tu anak"

"Sabar, gue belum selesai yang tadi"

"Aelah, oke"

"Trus misalnya, lo tau dia udah pokoknya anak baik bangetlah, tapi kalau lagi berduaan ya nin, itu setan nin, mepet terus sampe jadi, sampe jadi nin, setan itu gigih, ada juga sih yang bisa kita contoh dari dia "kegigihan nya" udah itu doang. gue ada denger cerita, lo bayangin hafiz sama hafizah mau nikah ni yekan, mau liat rumahnya yanh mau ditempatin, kalau udah nikah nanti. Seharusnya ada mahrom mereka ya kan, biar ga berduaan, karena si mahrom mereka ini ga bisa, pergilah mereka berdua, masuk ke dalam rumah, jadi nin, jadi zina besar itu. Maksud gue setan nin, mereka hafiz, hafizah ya kan, udah taulah hal begituan. Tapi berduaan nin, setan plong banget tuh jalan buat godain mereka. Ketika ada setan, kemudian nafsu udah besar, sama-sama pengen dilampiaskan, udah bergejolak ye nikan, maksud gue umur-umur nikah lah pulak, punya kebutuhan itu nin, lo tau lah, nah tanpa basa-basi jadi."

"Ya, gue kayanya pernah juga tu dengar cerita itu"

"Nah iyakan? trus cewenya meninggal dalam perjalanan, berarti dalam keadaan junub nin ye kan? Mati dalam keadaan junub nin, lo bayangin? Nau'dzubillah:(, belum sempat mandi, udah buru-buru mau pulang ya kan, udah panik dan sebagainya. Ya gitu deh"

"serem amat, iya sih, salah satu yang buat gue gak mau pacaran ya itu, waktu gue lagi pacaran, tiba-tiba gue mati, gue gak tau mau ngomong apa sama Allah nanti, dengan dosa pacaran dan dosa lain yang gue bawa, waduh, banyak banget tu ya, gue ga bisa nyebayangin lah, ampun"

"Nah iya bener, yang gue ceritain tadi bukan pacaran loh ya, proses ta'aruf mungkin tapi mereka buat kesalahan, pergi berduaan tadi. Nah apalagi yang pacaran coba?"

"Eh, pertanyaan gue tadi begimane?"

"Oh iya, masalah pacaran bertahun-tahun itu ya?, Sebagian besar orang mungkin mikirnya uwu uwu banget gitu yekan, gue kadang mikir gitu juge sih, haha. Tapi ya lo taulah, pacaran semenit aja dosanya udah begimane, apalagi yang bertahun-tahun, dosanya seape coba:). Emang mungkin, lo gak diapa-apain, tapi  dosa loh nambah banyak. Maksud gue dosa lo udah banyak, jangan ditambah dengan dosa pacaran. Setidaknya lo ga pacaran, dosa pacaran lo gak ada gitu. Ada sih, mereka, yang pacaran lama banget ye kan, karena Allah masih sayang, sampe nikah nih, udah nikah baru sadar tuh mereka, tobatlah mereka kan dari dosa lalu, maksud gue dosa pacaran itu, In shaa Allah keluarga kecil mereka harmonis, harmonis disini maksud gue dapat limpahan rahmat dari Allah gitu. Biasanya kalau Allah gak ridho ya, keluarga gak harmonis sih."

"kalau gitu, gue pacaran aja sampe nikah, ntar udah nikah gue tobat"

"ehh, seenak jidat lo mikir gitu, emang lo yakin, lo pacaran sampe nikah? ga mati waktu lagi pacaran? kadang gue heran sama orang yang mikir "yaudah nanti gue tobat"ya walaupun gue kadang mikir gitu:(. Maksud gue "heloww? Whattt?" Allah maha baik emang, maha pengampun maha penyayang, tapi kenapa kok mikirnya "yaudah nanti gue tobat", jahat banget, padahal Allah ga butuh lo, ampunan lo, lo yang butuh Allah, tapi Allah baik banget sama hamba-Nya, ga mikir gimana rupa lo, gimana bentuk lo, harta lo, atau apapun lah itu. Gimana pun banyak dosa lo, selama lo masih hidup, lo minta ampun sama Allah, In shaa Allah di ampunin. Tapi janganlah sampe kaya "oke, nnti gue tobat", ga sampe umur lo, kalau nanti-nanti". 

"Iye iye deen, ya maap. In shaa Allah gue ga mikir kaya begituan lagi"

"Kalo gue ya nin, biarlah orang ngira gue jomblo ngenes, jomblo menahun, atau orang mikir gue ga laku, atau mungkin ga normal HAHAHA, yang penting gue ga pacaran, atau gue ga sedih, atau kadang ga galau karena kesendirian gue, yang penting nanti di dalam kubur atau diakhirat gue ga sedih, gue ga sendiri karena ada amal/pahala gue ketika gue strugle buat ga pacaran. Strugling ga pacaran, banyak juga loh pahalanya, In shaa Allah nin. Dan gue ga mikirlah kalau orang mikir gue"apa2 ke agama, apa2 mati, apa ke akherat". Ya semua tau, agama itu tuntunan  hidup di dunia, semua tau, kalau kita pasti mati, itu hal yang pasti terjadi, dan akhirnya kita nanti di akhirat kan, di dunia kita bentaran doang."

"Ajib banget dah si Deena, haha"

"Haha, tapi ya nin, jangan sampe karena lo ga pacaran, lo mikir lo lebih baik dari yang pacaran jangan ye nin, karena setan itu bukan buat lo jahat doang, tapi buat lo merasa paling baik"

"Asiaap deenaaaa"

"tapi ngomong2, gue juga pengen kadang jumpa seseorang gitu, pas gue lagi keluar, tiba2 jumpa gitu, pengen gue kaya "eh Deena, ngapain disini? Apakabar?" Haha. Mungkin itu bentuk penjagaan Allah juga ya sama gue, biar kalo misalnya gue ada rasa sama seseorang, biar ga membludak banget, soalnya kalo jumpa, pasti rasanya jadi lebih besarkan?"

"Bener banget atuh deen, gue juga kadang pengen gitu, tapi gak ada jumpa2๐Ÿ˜… Alhamdulillah sih, ehehe"



Thursday, January 7, 2021

Orang-orang sibuk untuk jadi beautiful, sampai lupa gimana jadi betul.

First of all, this writing is for girls especially, and for all of us (both boys and girls) generally. 

So, here we go!


Wanita, cewe, perempuan itu biasanya pengen cantik mau di hadapan laki2 yg mahram, bukan mahram, di depan wanita lain,  atau untuk dirinya sendiri. 

Me as well, pengen terlihat cantik, of course:(, pengen diperhatiin, pengen diliatin banyak orang karena kecantikan yang dipunya. 

Konsekuensi nya, sebagian besar wanita itu berpenampilan agar terlihat cantik(beautiful) dan lupa gimana seharusnya jadi  betul. Memakai hijab, apresiasi sekali untuk anda yg sudah pakai hijab, good!

I know, setiap orang berproses ya, jadi untuk bisa menjadi yg "betul" itu mungkin butuh waktu. Nah ini bagian dari berproses, kita udah tau kan ya, hehe ayo lagi dilakukan, jangan cukup tau aja. Nanti? kapan nantinya?๐Ÿ˜… Tunggu hati kebuka? Bukan, bukan gitu, kita yg coba jemput, coba berusaha, karena kalau anda udah benar memakai khimarnya, Anda, anda sendiri yg beruntung, percaya deh!

Jadi, udah jelas ya di dalam al-qur'an kalau wanita itu memakai hijab dengan syarat :

-tidak menerawang/bahan tidak tipis

-menutup dada

-menutupi rambut secara sempurna

ps:tambahin kalo masih ada


Itu kata Allah loh ya, bukan kata saya, ini nih : di An-Nur ayat 31 →

Allah SWT berfirman:


ูˆَู‚ُู„ْ ู„ِّู€ู„ْู…ُุคْู…ِู†ٰุชِ ูŠَุบْุถُุถْู†َ ู…ِู†ْ ุงَุจْุตَุง ุฑِู‡ِู†َّ ูˆَูŠَุญْูَุธْู†َ ูُุฑُูˆْุฌَู‡ُู†َّ ูˆَู„َุง ูŠُุจْุฏِูŠْู†َ ุฒِูŠْู†َุชَู‡ُู†َّ ุงِู„َّุง ู…َุง ุธَู‡َุฑَ ู…ِู†ْู‡َุง ูˆَู„ْูŠَู€ุถْุฑِุจْู†َ ุจِุฎُู…ُุฑِู‡ِู†َّ ุนَู„ٰู‰ ุฌُูŠُูˆْุจِู‡ِู†َّ ۖ ูˆَู„َุง ูŠُุจْุฏِูŠْู†َ ุฒِูŠْู†َุชَู‡ُู†َّ ุงِู„َّุง ู„ِุจُุนُูˆْู„َุชِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ุงٰุจَุงุٓฆِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ุงٰุจَุงุٓกِ ุจُุนُูˆْู„َุชِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ุงَุจْู†َุงุٓฆِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ุงَุจْู†َุงุٓกِ ุจُุนُูˆْู„َุชِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ุงِุฎْูˆَุง ู†ِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ุจَู†ِูŠْۤ ุงِุฎْูˆَุง ู†ِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ุจَู†ِูŠْۤ ุงَุฎَูˆٰุชِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ู†ِุณَุงุٓฆِู‡ِู†َّ ุงَูˆْ ู…َุง ู…َู„َู€ูƒَุชْ ุงَูŠْู…َุง ู†ُู‡ُู†َّ ุงَูˆِ ุงู„ุชّٰุจِุนِูŠْู†َ ุบَูŠْุฑِ ุงُูˆู„ِู‰ ุงู„ْุงِ ุฑْุจَุฉِ ู…ِู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุง ู„ِ ุงَูˆِ ุงู„ุทِّูْู„ِ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู„َู…ْ ูŠَุธْู‡َุฑُูˆْุง ุนَู„ٰู‰ ุนَูˆْุฑٰุชِ ุงู„ู†ِّุณَุงุٓกِ ۖ ูˆَู„َุง ูŠَุถْุฑِุจْู†َ ุจِุงَ ุฑْุฌُู„ِู‡ِู†َّ ู„ِูŠُู€ุนْู„َู…َ ู…َุง ูŠُุฎْูِูŠْู†َ ู…ِู†ْ ุฒِูŠْู†َุชِู‡ِู†َّ ۗ ูˆَุชُูˆْุจُูˆْุۤง ุงِู„َู‰ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุฌَู…ِูŠْุนًุง ุงَูŠُّู‡َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆْู†َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆْู†َ


"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."

(QS. An-Nur 24: Ayat 31)


Memakai jilbab juga bukan untuk pergi atau jalan-jalan doang, bukan, bukan gitu. Pakai jilbab ya untuk menutupi kepalanya dimana aja selama tempat yang berpotensi adanya orang-orang yang mewajibkan anda memakai jilbab (laki-laki bukan mahram, dan perempuan non muslim).


Jadi, begitu, anda dan kita cantik kok memakai hijab secara benar. Bukan diselempang ke leher sehingga terlihat dada anda, atau terlalu ke belakang hingga terlihat rambut anda, atau tipis bahan nya hingga terlihat jelas telinga dsb. 

Bukan kolot pakai hijab kaya begitu, bukan kampungan, bukan ga keren, bukan gak cantik. Cantik kok. 

Sayangnya, begitu banyak tren hijab sekarang, lama-lama mulai menguras bagaimana seharusnya wanita menutup kepalanya. Banyak wanita bahkan cuma selempangin aja jilbab nya, tanpa peniti/jarum pentul jadi nampak lehernya:( . Biar "udah cantik begini, kaya gitu culun banget". 

Tapi loh ya, semakin banyak lirikan pria ke kita, itu gak baik loh. Itu malah makin nambah dosa kita, kata ibunda Aisyah Radhiyallahu anha : 

"Jangan kau merasa bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar jutaan lelaki. Itu bukan kemuliaan bagimu.Jika kau berasa bangga, kau menyamakan dirimu dengan pepasir di pantai, yang boleh dipijak dan dimiliki sesiapa saja.Muliakanlah dirimu dengan taqwa, setanding mutiara Zabarjad, yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga"


Iya, gak boleh ternyata, apalagi kalo ada goyangan anda, tubuh anda diekspos, itu maksiat di hadapan Allah, gak malu? 

Jangan juga mau asal tubuhnya disenderin lelaki, atau dipegang walaupun cuma sekedar tangan atau pipi, itu sangat menandakan bagaimana nilai anda sebagai wanita. Jangan asal juga post foto anda ya, nau'dzubillah karena ada beberapa laki-laki yang memakai foto anda untuk bermaksiat๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ, kita tentu kebagian dosa. 


Untuk pakai baju  juga, coba pake yang longgar, jangan membentuk tubuh anda, menutup aurat secara sempurna, yang tebal gitu ga nerawang. Lagian itu semuakan punya Allah, Allah suruh tutup ya tutup hehe. Sebenarnya, anda gak berhak atas diri anda, Allah yang berhak, karenakan punya Allah, bukan punya anda. Dan gak mungkin Allah memberikan sesuatu yg buruk tubuh anda, pasti yang baik. 

Jadi saya pribadi gak setuju, "my body, my rule" eheh big no!


Intinya, ayo ayo kita bisa jadi cantik kok, tapi dengan mengituti syariat-Nya, malah anda jadi lebih cantik. Ayo jadi beautiful dan betul!

A SHORT STORY : CINTANYA DEENA

Di keramaian pasar malam… "Eh, Hai" "Hai, eh maaf siapa ya?" "Masa ga ingat?" "Mmm" "Aku Hafiz...