Hampir setiap part dalam hidup yang kita punya, kita isi, kita lakukan agar orang lain bisa melihat, maksudnya gini : "Kalau begini, bagus gak ya? apa kata orang nanti?"
Sadar gak, kalau kata-kata itu lebih sering diucapkan dari pada "kalau aku begini, Allah marah gak ya?, Ah nanti Allah kecewa".
Well, aku kadang juga begitu, ya ini tamparan. Pernyataan itu kaya "sini aku tampo atau sini tak tampar".
Benar sih, yang kita bisa kita lihat itu manusia/orang. Allah maha Agung kita ga bisa liat. Sebagian besar orang lebih memperhatikan dirinya ketika dia akan diperhatikan orang lain atau yang tampak olehnya, lagi-lagi ini aku juga:(.
Haha, mungkin orang bakal bilang "halah terlalu religius, lebay, biar aja orang berekspresi". Khusus jika anda seorang muslim, khusus anda yang mengucap syahadat, khusus anda yang diwajibkan menyembah Allah setiap hari. Pasti sadar kalau Allah maha kuasa, maksudnya Allah lah pemegang pembendaharan setiap sisi langit dan bumi alam semesta, dan gak tau lagi apa namanya pokoknya everything itu Allah punya kuasa.
Dan pasti sadar, bahwa hidup diatas bumi Allah, biasanya kalau kita hidup atau bekerja bahasanya ya, karena pekerjaan atau biasa kita sebut beramal, bakal di hitung nanti supaya bisa dapat gaji (surga) bukan malah di PHK (masuk neraka).
Tentu bisa menaati aturan kantor (bumi) atau aturan bos ( Allah). Melakukan pekerjaan/amal biar apa? Bos senang, dapat gaji, dapat bonus. Ya begitu, kita dipekerjakan di dunia oleh Allah, buat Allah senang. Well, kalau kalian mikir kenapa sih " ribet amat, wajib sholat setiap 5 waktu, harus tutup aurat, ga boleh pacaran, ga boleh pegangan yang bukan mahrom, yaelah ribet amat". Ya kalau anda muslim, anda ikut aturan seharusnya.
Kalau mau ditanya lagi "apa Allah butuh shalat atau amal kita?" Oppp ya jawabannya tentu tidak, Allah maha kaya dan gak akan ada ceritanya kekayaan Allah itu berkurang;).
Cobalah dengan ganti berpikir "ini aku kalau beramal, Allah kan ga butuh gitu ya kan. Tapi Allah gencar mewajibkan, menurunkan utusan(nabi), menurunkan Al-qur'an dsb. Kenapa ya? Ya karena Allah maha penyayang, kalau kita mikir ya, antara sesama manusia gitu, ngapain coba terus membuka jalan, memberi tuntunan, padahal jelas-jelas udah mungkin ribuan kali diabaikan, dan usaha itu gak ada hasilnya untuk kita, kita gak butuh gitu. Well, Allah beda. Allah pengen kita ngerasain segala nikmat dan rahmatnya, walaupun ni udah sebejat apapun, Allah masih sayang, bayangin. Kalau minta maaf, dimaafin, bayangin. Trus Allah gak peduli tuh, dosa-dosa yang dulu, gak peduli Allah tu. Bayangin, betapa baiknya Allah yang emang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata."
Kalau kita pengen aman gitu atau standar yaitu tidak kenak azab Allah. Bahkan kita juga harus melakukan sesuatu yang membuat Allah suka. Tapi itu standar, setelah segala kebaikan yang Allah kasi, masa pengen aman aja. Beramal yang sesungguhnya bukan untuk masuk surga atau biar tidak masuk neraka. Tapi bagaimana dia beramal ya karena Allah yang memerintahkan, karena Allah yang mewajibkan, benar-benar agar dilihat Allah, benar-benar karena Allah. Ini ni yang karena Allah sesungguhnya.
Yang kaya gitu ada di aku? Hah:(. Bagaimana kita bisa mengerjakan sesuatu karena Allah melihat, bukan karena agar orang/manusia melihat.
Kalau terus-terusan mengerjakan sesuatu agar orang lain melihat, berabe:(
kalau nnti mati, ya viewers dari orang ya gak penting. Yakin matikan?:(
Berhentilah cari pembenaran," aku cuma gini kok, cuma gitu, tapi kan…". Stop, sadari dan lihat diri, tidak usah cari pembenaran. Diri salah, sudah, ayo coba perbaiki. Jangan cari pembenaran untuk hal-hal yang udah jelas salah.
"Aku kan tetap sholat, dsb" iyasih tetap, tapi dosa lama-lama menutup kebaikan. Pertama males, lama-lama jadi ogah ibadah. Gimana sih bisa buat pembenaran "aku masih tetap sholat" tapi hampir sisi hidup buat yang lain, buat orang lain, yang untuk Allah disisain dikit, aelah:(.
Lagi, untuk orang yang udah buat dosa "kalau udah pacaran, gak usah mikir ribalah" atau "yaelah, kebuka dikit doang, itu aja ga boleh" atau "yaelah, orang kissing doang di pelem ga boleh liat?" atau " Yahh,tu laki cuma buka baju doang" atau "aelah, ngomong "bad word" aja ga boleh, ribey woy" maksudnya kalau anda udah buat suatu dosa, bukan digas ke dosa lain, anda pande:( . Sebisa mungkin coba hindarin gitu, minta maap ke Allah, berusaha jangan buat lagi:(. Kata-kata "udahlah" bisa seenak tekak aja ya ngomongnya heran:(.
Atau untuk orang-orang yang bikin candaan kaya "udah sholat? udah aku jamak sama yang semalam" yaa Allah parah-parah, atas dasar apa anda bisa seberani itu mengatakannya. Well well sama sekali ga lucu!! :(( Atau yang manggil temannya "woi dajjal" Allahu rabbi, yang ngucapin gitu salut, kok berani kali?:( Nauzubillah. Para ulama aja pengen mati dulu sebelum dajjal keluar, kalian kok malah manggil-manggil, apa maksudnya gitu?:( WHY???? pengen orang lain ketawa, senang tapi udah jauh dari yang seharusnya, ini parah.
I mean, ayok -ayok buat sesuatu karena Allah melihat, bukan karena agar bisa dilihat orang lain. Penilaian orang lain ga ngaruh sama timbangan amal kita, penilaian Allah yang penting, ya gak? Setuju kan? :).